Warna baru

Sepertinya tulisan-tulisan saya mulai sendu. Mungkin karena saya kebanyakan dengar lagu indie atau karena kebanyakan baca puisi. Tapi sepertinya yang paling buat sendu adalah karena saya merindukanmu. Eh…

Anyways

Minggu saya biasanya membosankan. Hanya rebahan seharian atau menonton drama dan sedikit bersih-bersih. Tapi…hari Minggu kemarin agak berbeda, karena saya mengikuti sebuah acara yang diadakan komunitas sosial dari Ungaran. APPI namanya, kepanjangan dari Aksi Pemuda Peduli. Anggota komunitas ini beragam, mulai dari mahasiswa hingga karyawan macam saya yang berdomisili di sekitar Ungaran dan Semarang. Mereka berasal dari berbagai daerah dan yang terjauh dari Bali.

IMG-20190728-WA0009
Dokumentasi pribadi

Continue reading “Warna baru”

Advertisements

Asumsi pengecut

Saat kecil saya menganggap dunia orang dewasa sebagai dunia orang lain dibanding sebagai masa depan saya. Dunianya bapak, ibu, om, tante, kakek, nenek ya seperti “itu”. Dulu tampaknya semua terlihat baik.
Dulu saya pikir orang dewasa adalah sosok kuat, sistematis dan teladan.
Setelah mencapai usia di mana dulu saya anggap sebagai usia dewasa, ternyata tidak ada apa-apanya. Justru yang ada sebaliknya, segalanya serba terombang-ambing dan tidak karuan.

Bahkan belakangan saya ketahui ada sisi kacau dalam hidup mereka. Yang paling menakutkan adalah dalam kehidupan pernikahan. Salah satunya saat mengetahui bahwa memiliki anak pun tidak menjamin komitmen dari sebuah ikatan. Continue reading “Asumsi pengecut”

Amin paling serius = bikin hati kacau

Aku tau kamu lahir dari
Cantik utuh cahaya rembulan
Sedang aku dari badai
Marah riuh yang berisik
Juga banyak hal hal yang sedih

Tapi menurut aku kamu cemerlang
Mampu melahirkan bintang bintang
Menurutku ini cinta
Karena hebatnya badaimu
Juga karena lembutnya tuturmu Continue reading “Amin paling serius = bikin hati kacau”

Aroma Karsa

20190609_155258.jpg
Gambar : Dokumentasi pribadi

Enggak tau harus bilang apa sama karya Ibu suri “Dee” kali ini, Aroma karsa berhasil membuat saya percaya Dwarapala dan wong Banaspati itu ada dan mengagumi Jati Wesi sedemikian rupa. Selesai menamatkannya beberapa waktu yang lalu, saya yang terlalu perasa dibuat gelisah sampai terbawa mimpi dengan kelanjutan cerita meski sudah ditutup kata TAMAT di lembar ke 696. Sebegitu tebal tapi buat saya masih belum cukup. Enggak menemukan titik bosan sama sekali. Continue reading “Aroma Karsa”